Showing posts with label Ilmu Agama. Show all posts

Bid`ah dan Sesat kah Orang-orang yang Membangunkan Sahur ?

Membangunkan Sahur Salah?
Telah beredar klaim bahwa ada 14 kesalahan dilakukan umat Islam saat berpuasa. Diantaranya adalah Membangunkan Sahur. Benarkah?
Tidak benar. Sesuai fatwa ulama al-Azhar bahwa membangunkan Sahur sudah dijalankan sejak masa ulama Salaf:
ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻤﺆﺭﺧﻮﻥ: ﻟﻤﺎ ﺟﺎء ﺇﻟﻰ ﻣﺼﺮ ﻋﺘﺒﺔ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭاﻟﻴﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ اﻟﺨﻠﻴﻔﺔ اﻟﻌﺒﺎﺳﻰ اﻟﻤﻨﺘﺼﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻗﺎﻡ ﻫﻮ ﺑﺎﻟﺘﺴﺤﻴﺮ ﺳﺎﺋﺮا ﻋﻠﻰ ﻗﺪﻣﻴﻪ ﻣﻦ ﻣﺪﻳﻨﺔ اﻟﻌﺴﻜﺮ ﻓﻰ اﻟﻔﺴﻄﺎﻁ ﺣﺘﻰ ﺟﺎﻣﻊ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﻌﺎﺹ ﻭﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﻨﺔ 238 ﻫـ ﻭﻣﻤﻦ اﺷﺘﻬﺮﻭا ﺑﺎﻟﺘﺴﺤﻴﺮ "اﻟﺰﻣﺰﻣﻰ" ﻓﻰ ﻣﻜﺔ، "اﺑﻦ ﻧﻘﻄﺔ" ﻓﻰ ﺑﻐﺪاﺩ، ﻭﻛﺎﻥ اﻟﺰﻣﺰﻣﻰ ﻳﺘﻮﻟﻰ اﻟﺘﺴﺤﻴﺮ ﻓﻰ ﺻﻮﻣﻌﺘﻪ ﺑﺄﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻣﻌﻪ ﺃﺧﻮاﻥ ﺻﻐﻴﺮاﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﻳﺎ ﻧﻴﺎﻣﺎ ﻗﻮﻣﻮا ﻟﻠﺴﺤﻮﺭ، ﻭﻳﺪﻟﻰ ﺣﺒﻼ ﻓﻴﻪ ﻗﻨﺪﻳﻼﻥ ﻛﺒﻴﺮاﻥ، ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﻤﻊ اﻟﻨﺪاء ﻳﺮﻯ اﻟﻨﻮﺭ. ﺛﻢ ﺗﻄﻮﺭ اﻟﺘﺴﺤﻴﺮ ﻓﻜﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﻣﺼﺮ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ اﺑﺘﻜﺮﻭا "اﻟﺒﺎﺯﺓ" ﻣﻊ اﻷﻧﺎﺷﻴﺪ، ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻋﺪﺓ ﺃﺷﺨﺎﺹ ﻣﻌﻬﻢ ﻃﺒﻞ ﺑﻠﺪﻯ ﻭﺻﺎﺟﺎﺕ ﺑﺮﺋﺎﺳﺔ اﻟﻤﺴﺤﺮاﺗﻰ، ﻭﻳﻐﻨﻮﻥ ﺃﻏﺎﻧﻰ ﺧﻔﻴﻔﺔ
Para ahli sejarah mencatat bahwa ketika Utbah bin Ishaq datang ke Mesir sebagai pemimpin atas perintah Khalifah al Muntashir Billah dari Abbasiyah, maka dia lah yang membangunka Sahur dengan jalan kaki di Kota Askar hingga Jami' Amr bin Ash, tahun 238 H. Diantara yang populer melakukan 'Membangunkan Sahur' di Makkah adalah Zamzami dan di Bangdad adalah Ibnu Nuqthah. Zamzami melakukan Tashir dari atas masjid dan berkata: "Wahai orang yang tidur, bangunlah untuk sahur". Ia memanjangkan tali yang ada 2 lentera besar, agar orang bisa melihat cahayanya. Lalu membangunkan Sahur terus berkembang, penduduk Mesir menyanyikan Al-Bazah. Dan beberapa orang membawa gendang dan nyanyian ringan.
ﻧﺮﻯ ﻣﻦ ﻫﺬا ﺃﻥ اﻹﻋﻼﻡ ﺑﻮﻗﺖ اﻟﺴﺤﻮﺭ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ ﻓﻰ اﻟﺪﻳﻦ، ﻓﻜﺎﻥ ﻓﻰ ﺃﻳﺎﻡ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺄﺫاﻥ ﺑﻼﻝ، ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻰ اﻟﻌﺼﻮﺭ اﻟﺘﻰ ﺗﻠﺖ ﺫﻟﻚ ﺑﻮﺳﺎﺋﻞ ﺷﺘﻰ، ﺑﺈﺿﺎءﺓ اﻷﻧﻮاﺭ، ﻭﺑﺈﻧﺸﺎﺩ اﻷﺷﻌﺎﺭ، ﻭﺑﺎﻟﻀﺮﺏ ﻋﻠﻰ اﻵﻻﺕ، ﺛﻢ ﺑﺈﻃﻼﻕ اﻟﺼﻔﺎﺭاﺕ ﻭﺿﺮﺏ اﻟﻤﺪاﻓﻊ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ.
ﻭﻻ ﻳﻨﺒﻐﻰ ﺃﻥ ﻧﺴﺮﻉ -ﻛﻤﺎ ﻗﻠﺖ ﻣﺮاﺭا - ﺑﺈﻃﻼﻕ اﺳﻢ اﻟﺒﺪﻋﺔ ﻭﺟﻌﻠﻬﺎ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻰ اﻟﻨﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻰء ﺟﺪﻳﺪ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺑﺼﻮﺭﺗﻪ اﻟﺤﺎﻟﻴﺔ ﻣﻮﺟﻮﺩا ﻓﻰ ﻋﻬﺪ اﻟﺘﺸﺮﻳﻊ، ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ ﻣﺸﺮﻭﻉ، ﻭاﻟﺼﻮﺭﺓ ﻫﻰ اﻟﺘﻰ ﺗﻐﻴﺮﺕ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ اﻟﺼﻮﺭﺓ ﻏﻴﺮ ﺧﺎﺭﺟﺔ ﻋﻦ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﻬﺎ ﺃﺑﺪا، ﻭﺳﻨﺔ اﻟﺘﻄﻮﺭ ﺗﻘﻀﻰ ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺎ ﺩاﻣﺖ ﻓﻰ اﻹﻃﺎﺭ اﻟﻌﺎﻡ ﻟﻠﺪﻳﻦ، ﻭﻓﻰ اﻟﺘﻨﺒﻴﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﺴﺤﻮﺭ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﺨﻴﺮ ﻭﺗﻌﺎﻭﻥ ﻋﻠﻰ اﻟﺒﺮ، ﻭاﻟﺪاﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﺨﻴﺮ ﻛﻔﺎﻋﻠﻪ، ﻭاﻟﻠﻪ ﻓﻰ ﻋﻮﻥ اﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎ ﺩاﻡ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻰ ﻋﻮﻥ ﺃﺧﻴﻪ.
Menurut kami, membangunkan saat sahur memiliki dasar dalam agama. Di masa Nabi berbentuk adzan pertama dari Bilal. Sesudah itu berkembang dengan berbagai media, dengan alat penerang, mengumandangkan syair, memukul alat dan sebagainya. Dan tidak boleh serta merta dikatakan bidah hanya karena tidak ada di masa Nabi.
Mengingatkan saat Sahur menunjukkan kebaikan, membantu kebaikan. Orang yang menunjukkan kebaikan sama seperti yang melakukannya. Allah akan menolong orang yang menolong saudaranya....

Status Ust. Ma`ruf Khozin

Enam Tipe Wanita Yang Sebaiknya Tidak Dinikahi menurut Imam Ghazali



JANGAN NIKAHI ENAM TYPE WANITA INI.

1.Al Annanah
2.Al Mananah
3.Al Hananah
4.Al Haddaqah
5.Al Barraqah
6.Asy Syaddaqah.
Siapa saja mereka? Berikut ini penjelasannya:

Al Annanah: adalah wanita yang suka mengeluh dan mengadu.

Menikahi wanita type ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab suka mengeluh tidak mendatangkan solusi apapun. Ia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama; baik kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka diadukan istri adalah orang tua suami.

Al Mananah: adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya.

Menikahi wanita type ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika ia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi jika secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya.
(Baca juga : Cara Jangan Mudah Putus Asa )

Al Hananah: adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu.

Jika ia janda, ia membangga-banggakan mantan suaminya. Jika ia belum pernah menikah, mungkin ia membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami.

Al Haddaqah: adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta suami membelikan.

Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama. Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan.

Al Barraqah:
Ada dua makna al Barraqah. Pertama, ia adalah type wanita yang suka berhias sepanjang hari.

Meskipun demi tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan. Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi jika niatnya bukan untuk suami.

Kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian.

Dengan kata lain, ia type penyedih. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat demikian?
(Baca juga : Ada Apa Dengan Cinta - AADC 2 )

Asy Syaddaqah: adalah type wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara.

Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan. Menikahi wanita type ini, sulit bagi suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang istri.

Semoga sahabat yang belum menikah dihindarkan Allah dari calon istri dengan type seperti di atas. Dan semoga mendapatkan jodoh yang SHALIHAH sehingga terwujud keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin...

*Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali.