Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Hikmah Sunnah Nabi dalam Ilmu Kedokteran

⛔⛔⛔ STOP STROKE

HAMPIR SETIAP RT DI INDONESIA ADA PENGIDAP STROKE YG MEMBAHAYAKAN INI, SESEORANG YG TADINYA GAGAH DIHORMATI, GARA2 PENYAKIT STROKE RUNTUH SDH WIBAWANYA,  MEREPOTKAN BANYAK ORANG.

KISAH NYATA ADA SEORANG MILYADER SAUDI-ARABIA TURUNAN YAMAN SAKIT GEJALA STROKE, PUSING TERUS MENERUS TAK  BERKESUDAHAN, DOKTER SAUDI ANGKAT TANGAN SDH MENYERAH, DISARANKAN PERGI KE DOKTER SWISS, SETELAH DIPERIKSA, DOKTER SWISS BEKATA SAMBIL TERTAWA KECIL, ANDA KAN ORANG ARAB, TENTU BERAGAMA ISLAM, OBATNYA ADA DIKITAB ANDA,

BENGONG SERIBU BAHASA DG MEMANDANG SANG DOKTER PENUH KEHERANAN RASANYA INGIN CEPAT2 TAU APA YG AKAN DIUCAPKAN PROFESSOR DOKTER BARUSAN, KATANYA; HIRUPLAH AIR DIHIDUNG SETIAP BERSUCI WUDHU' SAMPAI TERASA DI UBUN2. MASYA ALLAH INI TUNTUNAN WUDHU' DALAM HADITS BAB BERSUCI.

PASIEN TSB TERDIAM MALU BENAR2, DLM BENAK PIKIRAN ORANG ARAB TSB MEMBENARKAN DLM HATI.

SINGKAT CERITA TANPA OBAT ALHAMDULILLAH SEMBUH TOTAL, KEMUDIAN DISEBARKANLAH KEJADIAN YG TELAH DIALAMI, KATANYA;

JANGAN TINGGALKAN MENGHIRUP AIR KETIKA WUDHU 3X, YG KEBANYAKAN ORANG2 ISLAM SELALU MENYEPELEKAN AJARAN NABI SAW, MENCEGAH STROKE, DAN STOP ⛔⛔⛔ STROKE SEKARANG DAN SEBARKAN SEBAGAI AMAL IBADAH BERANTAI AMIEN.

*_INFO SEHAT KITA:_*

_*```SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER```*_    

*_1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien._* BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal._* Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna._*
Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu pencernaan._* Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan._* Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam._* Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan._*
Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan._* Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

*_9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.. masyaa  Allah.... Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab sehari2 tapi seluruh. apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Islam .. "Mau yg disukai atau tidak"._*

Nb.
*_Bagikan artikel ini agar terbaca dan bermanfaat bagi saudara, teman dan keluarga._*

*_Turut berbagi dari wa kedokteran islam_*

                📚📚📚

Pembagian Hukum Dalam Islam




MusliModerat.Com - Belakangan ini semakin gencar tudingan bid’ah pada seseorang atau kelompok tertentu, yang satu menyatakan bahwa kelompok yang tidak sefaham dengannya sebagai ahli bid’ah sehingga mereka tersesat dan berhak masuk neraka. Sementara kelompok yang dituding, menuding balik kepada kelompok yang menuding mereka sebagai kelompokbid’ah. Saling tuding seperti inilah kemudian menyebabkan perpecahan di kalangan umat Islam. Apa sebenarnya makna bid’ah itu? Dan apakah memang benar bid’ah itu selalu berkonotasi negatif sehingga harus dihilangkan dari muka bumi ini?

Menurut al-Imam Abu Muhammad ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam bid’ah adalah:
اَلْبِدْعَةُ فِعْلُ مَا لَمْ يُعْهَدْ فِيْ عَصْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (قواعد الأحكام في مصالح الأنام، جز 2، ص 172)
Bid’ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah Saw. (Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, juz 2, hlm. 172)

Dalam khazanah literatur fiqih, bid’ah secara garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu; bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah sayyi’ah (jelek), sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i:

قَالَ اَلْمُحْدَثَاتُ ضَرْباَنِ مَا أَحْدَثَ يُخَالِفُ كِتاَبًا أَوْسُنَّةً أَوْ أَثَرًا أَوْإِجْمَاعًا فَهذِهِ بِدْعَةُ الضَّلاَلِ وَمَا أَحْدَثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ يُخَالِفُ شَيْئًا مِنْ ذلِكَ فَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ اهـ (فتح البارى، ج 17، ص .1)

Sesuatu yang diada-adakan itu ada dua macam. Pertama, sesuatu yang baru itu menyalahi al-Qur’an, sunnah Nabi Saw., atsar (ucapan, perbuatan) sahabat atau ijma’ ulama’, hal ini disebut dengan bid’ah dhalalah. Dan kedua, jika sesuatu yang baru tersebut termasuk kebajikan yang tidak menyalahi sedikit pun dari hal itu (al-Qur’an, al-Sunnah dan ijma’), maka perbuatan tersebut tergolong perbuatan baru yang tidak dicela. (Fath al-Bari, juz 17, hlm. 10)

 Sedangkan dalam Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-An’am, juz 1, hlm. 173 telah dijelaskan lebih lanjut secara terperinci bahwa sebagian besar ulama’ membagi bid’ah menjadi lima macam:
1.    Bid’ah Wajibah, yakni bid’ah yang dilakukan untuk mewujudkan hal-hal yang diwajibkan oleh syara’ seperti mempelajari ilmu Nahwu, Sharaf, Balaghah, dengan alasan karena hanya dengan ilmu-ilmu inilah seseorang dapat memahami al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad secara sempurna.
2.    Bid’ah Mandubah, yakni segala sesuatu yang baik tapi tak pernah dilakukan pada masa Rasulullah Saw. Misalnya, shalat tarawih secara berjama’ah, mendirikan madrasah dan pesantren.
3.    Bid’ah Mubahah, seperti berjabat tangan setelah shalat dan makan-makanan yang lezat.
4.    Bid’ah Muharramah, yakni bid’ah yang bertentangan dengan syara’ seperti madzhab Jabariyah dan Murji’ah.
5.    Bid’ah Makruhah, seperti menghiasi masjid dengan hiasan yang berlebihan.

Dari sini dapat dipahami bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, pertama bid’ah hasanah yakni bid’ah yang tidak dilarang dalam agama karena mengandung unsur yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, masuk dalam kategori ini adalah bid’ah wajibahbid’ah mandubah dan bid’ah mubahah, salah satu contoh dalam konteks ini seperti perkataan Sayyidina Umar bin Khattab ra. tentang jama’ah shalat tarawih yang beliau laksanakan:

نِعْمَةُ الْبِدْعَةُ هَذِهِ (الموطأ، رقم 231)

Sebaik-baik bid’ah adalah ini (yakni shalat tarawih dengan berjama’ah). (al-Muwaththa’, hadits no. 231)
Contoh bid’ah hasanah antara lain adalah khutbah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, membuka suatu acara dimulai dengan membaca basmalah di bawah seorang komando, menambah bacaan subhanahu wata’ala yang disingkat dengan Swt. setiap ada kalimat Allah Swt. dan shalla-Allahu alaihi wasallama yang diringkas Saw. setiap ada kata Muhammad, berkendara ke tempat atau majlis terpuji dengan naik mobil Alphard, mengendara sepeda motor ke sekolah, melihat acara pengajian dengan televisi, membuat buku Jawabul Masail dengan sarana komputer, mesin cetak, mengabadikan momen-momen tertentu dengan kamera digital, makan es krim, serta masih banyak lagi perbuatan lainnya yang belum pernah ada pada masa Rasulullah Saw. yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Bid’ah yang kedua adalah bid’ah sayyi’ah atau bid’ah dhalalah, yaitu bid’ah yang mengandung unsur negatif dan dapat merusak ajaran dan norma agama IslamBid’ah muharromah dan makruhah dapat digolongkan pada bagian yang kedua ini, dan inilah yang dimaksud oleh sabda Nabi Muhammad Saw:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ» (صحيح مسلم)

Dari Aisyah ra, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw. Bersabda: Barang siapa yang melakukan perbuatan yang tiada perintah kami atasnya, maka amal itu ditolak. (Sahih Muslim, bab Idza Ijtahada al-Amal)

Dengan adanya pembagian ini dapat disimpulkan bahwa tidak semua bid’ah itu dilarang dalam agama, sebab yang tidak diperkenankan adalah perbuatan yang dikhawatirkan menghancurkan sendi-sendi agama Islam, sedangkan amaliyah yang akan menambah syiar dan daya tarik agama Islam tidak dilarang, bahkan untuk saat ini sudah waktunya umat Islam lebih kreatif untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan zaman. (Muslim Al-Faqoth)